6 Kebiasaan Ibu Hamil yang Berdampak Besar pada Kecerdasan Bayi

Avatar photo

Rafika

Kehamilan

Kebiasaan Ibu Hamil
Foto: Elements Envato/YuriArcursPeopleimages

Setiap orang tua, khususnya ibu, pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, termasuk dalam hal perkembangan kecerdasan atau IQ.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa lingkungan dan asupan gizi selama masa kehamilan dapat mempengaruhi perkembangan otak bayi.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak ibu hamil berusaha keras untuk melakukan segala cara agar dapat melahirkan bayi yang cerdas dan sehat.

Dari berbagai kebiasaan yang bisa dilakukan, berikut adalah beberapa cara yang dapat ditempuh oleh ibu hamil untuk mendukung perkembangan otak bayi sejak dalam kandungan.

1. Berkomunikasi dengan Bayi dalam Kandungan

Membiasakan diri berbicara atau membacakan buku kepada bayi sejak masih dalam kandungan merupakan salah satu cara untuk merangsang perkembangan otaknya.

Penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America pada tahun 2013 menemukan bahwa bayi dapat mengenali kata dan variasinya yang sering didengar saat masih dalam rahim.

Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran bahasa dimulai sejak dini. Lebih dari itu, berbicara kepada bayi juga membantu membentuk ikatan emosional antara ibu dan bayi karena suara ibu menjadi suara yang akrab bagi bayi.

2. Mengonsumsi Makanan Bergizi Tinggi

Mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi esensial sangat penting selama kehamilan. Salah satu contoh makanan yang sangat disarankan adalah telur, yang kaya akan kolin, nutrisi yang vital untuk perkembangan otak bayi.

Kolin memiliki peran dalam mempersiapkan otak bayi untuk pembelajaran dan memori yang optimal.

Baca Juga:  Inilah Tanda-Tanda Awal Kehamilan yang Sering Diabaikan!

Selain itu, mengonsumsi ikan yang kaya akan omega-3, khususnya DHA, juga sangat disarankan karena asam lemak ini sangat penting untuk perkembangan otak dan penglihatan bayi.

3. Melakukan Aktivitas Fisik

Olahraga selama kehamilan tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan ibu, tapi juga memiliki dampak positif terhadap perkembangan otak bayi.

Aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah ke rahim, yang pada gilirannya merangsang perkembangan otak bayi.

Penelitian yang diterbitkan dalam The Scientific World Journal pada tahun 2012 menunjukkan bahwa latihan aerobik selama kehamilan dapat meningkatkan fungsi otak bayi dan kemampuan pembelajaran spasial.

4. Menghindari Paparan Racun dan Infeksi

Makanan Mendukung Program Hamil
Foto: Elements Envato/LightFieldStudios

Menghindari paparan racun dan infeksi adalah hal penting lainnya yang harus diperhatikan selama kehamilan. Beberapa jenis ikan yang mengandung tingkat merkuri tinggi harus dihindari karena dapat mempengaruhi perkembangan otak bayi.

Selain itu, menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan hewan yang mungkin membawa parasit atau virus juga penting untuk mencegah infeksi yang dapat merusak perkembangan otak bayi.

5. Mendapatkan Paparan Sinar Matahari yang Cukup

Vitamin D adalah nutrisi penting yang diperlukan untuk perkembangan tulang dan jantung bayi, dan juga memiliki peran dalam perkembangan otak.

Mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup adalah cara terbaik untuk memastikan tubuh memproduksi vitamin D yang cukup. Namun, jika terdapat kekurangan vitamin D, konsultasi dengan dokter untuk suplemen mungkin diperlukan.

6. Sentuhan Kasih Sayang

Sentuhan kasih sayang dari ibu sangat penting bagi pertumbuhan emosional dan fisik bayi. Menurut penelitian, bayi dapat merasakan dan mengenali sentuhan sejak usia kehamilan 20 minggu.

Oleh karena itu, mengelus perut secara rutin dapat membantu menenangkan bayi dan mendukung perkembangan sistem sarafnya.

Baca Juga:  10 Makanan Bernutrisi untuk Memenuhi Kebutuhan Kalsium Ibu Hamil

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, ibu hamil dapat memberikan dukungan yang kuat untuk perkembangan otak bayi. Penting untuk diingat bahwa setiap kebiasaan sehat yang dilakukan selama kehamilan tidak hanya bermanfaat bagi bayi, tapi juga bagi kesehatan ibu.

Melakukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi juga sangat disarankan untuk memastikan bahwa ibu hamil mendapatkan asupan nutrisi yang optimal sesuai dengan kebutuhan mereka dan bayi yang sedang berkembang.

Populer

Resep Sarapan Rendah Kalori

4 Resep Sarapan Rendah Kalori untuk Membantu Penderita Diabetes Mengatur Gula Darah

Rafika

Menyusun menu sarapan yang tepat dan sehat bagi penderita diabetes bukanlah tugas yang mudah. Pasalnya, mereka harus sangat berhati-hati dalam ...

Minuman Penurun Berat Badan

12 Minuman Penurun Berat Badan yang Membuat Anda Bersemangat

Rafika

Penurunan berat badan sering kali menjadi tujuan bagi banyak orang, dan banyak yang mencoba mencapainya melalui program diet yang ketat, ...

Konsumsi Minuman Kolagen

Manfaat & Risiko Konsumsi Minuman Kolagen untuk Kecantikan Kulit

Rafika

Di era modern ini, kecantikan kulit menjadi prioritas bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang ingin tampil dengan kulit yang ...

Cara Memperkuat Bakteri Baik

Cara Mudah Memperkuat Bakteri Baik dalam Tubuh Anda

Rafika

Di dalam tubuh manusia terdapat sebuah ekosistem mikro yang kompleks, yang berperan vital dalam menjaga kesehatan dan keseimbangan fisiologis kita. ...

Diet Mediterania

Diet Mediterania, Konsep Unik yang Membawa Manfaat Luar Biasa bagi Kesehatan Anda

Rafika

Dalam perjalangan panjang menuju kehidupan yang lebih sehat, banyak orang mencari pendekatan yang efektif untuk mengelola berat badan dan meningkatkan ...

Gerakan HIIT

5 Gerakan HIIT untuk Membakar Lemak Perut dengan Cepat

Rafika

Lemak perut sering kali menjadi masalah bagi banyak orang, tidak hanya dari segi kesehatan tetapi juga dalam hal percaya diri. ...