Diabetes dikenal sebagai “silent killer” karena sering berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas.
Tak jarang, seseorang baru menyadari dirinya mengidap diabetes setelah komplikasi mulai bermunculan, seperti penglihatan memburuk, infeksi yang sulit sembuh, atau bahkan kerusakan saraf.
Padahal, tubuh sebenarnya sudah memberikan tanda-tanda awal. Sayangnya, banyak dari kita menganggapnya sebagai keluhan biasa.
Rekomendasi
Kenali gejala-gejala awal diabetes tipe 1 dan tipe 2 sejak dini, agar penanganan bisa segera dilakukan sebelum kondisi menjadi lebih serius.
Mengenal Diabetes: Tipe 1 vs. Tipe 2
- Diabetes Tipe 1: Umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja. Tubuh tidak bisa memproduksi insulin karena sistem imun menyerang sel penghasil insulin di pankreas.
- Diabetes Tipe 2: Lebih umum pada orang dewasa. Tubuh masih memproduksi insulin, tapi tidak dapat menggunakannya secara efektif (resistensi insulin).
Keduanya bisa menyebabkan kadar glukosa (gula) dalam darah meningkat dan merusak berbagai organ jika tidak dikendalikan.
7 Tanda Awal Diabetes yang Sering Diabaikan
1. Sering Buang Air Kecil (Poliuria)
Jika kamu merasa harus buang air kecil lebih sering dari biasanya, terutama di malam hari, itu bisa jadi gejala awal diabetes.
Kenapa bisa terjadi?
Ketika kadar gula dalam darah tinggi, ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring dan membuang kelebihan glukosa melalui urin. Akibatnya, produksi urin meningkat.
Apa yang perlu diwaspadai:
- Terbangun lebih dari dua kali setiap malam untuk buang air kecil
- Urin terasa lebih banyak dan encer
2. Sering Merasa Haus (Polidipsia)
Tubuh kehilangan banyak cairan karena sering buang air kecil, sehingga memicu rasa haus berlebihan.
Ciri khasnya:
- Rasa haus yang tidak reda meskipun sudah minum banyak
- Mulut dan tenggorokan sering terasa kering
Ini adalah efek domino dari gejala pertama. Jika sering haus dan sering pipis terjadi bersamaan, sebaiknya segera periksa gula darah.
3. Lapar Berlebihan (Polifagia), Tapi Berat Badan Turun
Gula darah tinggi membuat glukosa sulit masuk ke dalam sel untuk diubah jadi energi. Tubuh ‘merasa lapar’ karena tidak mendapat bahan bakar yang dibutuhkan.
Ciri khasnya:
- Makan lebih banyak dari biasanya
- Berat badan menurun drastis tanpa diet atau olahraga
- Otot mulai menyusut karena tubuh mulai membakar protein sebagai energi
4. Kelelahan Berkepanjangan
Kelelahan yang terasa terus-menerus, bahkan setelah tidur cukup, bisa menjadi tanda bahwa sel tubuh kekurangan energi akibat glukosa yang tidak terserap dengan baik.
Tandanya:
- Lemah lesu meski tidak melakukan aktivitas berat
- Mudah mengantuk di siang hari
- Pikiran terasa “berkabut” atau sulit konsentrasi
5. Penglihatan Kabur atau Buram
Tingginya kadar glukosa dalam darah dapat memengaruhi lensa mata, menyebabkan pembengkakan dan gangguan fokus.
Tandanya:
- Pandangan seperti berkabut
- Mata mudah lelah saat membaca
- Perubahan tajam dalam kemampuan melihat dalam waktu singkat
Catatan: Gejala ini bisa bersifat sementara, tapi jika tidak diatasi bisa mengarah ke retinopati diabetik.
6. Luka atau Infeksi yang Sulit Sembuh
Gula darah tinggi memperlambat aliran darah dan merusak kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka atau melawan infeksi.
Tandanya:
- Luka kecil menjadi besar dan lama kering
- Infeksi kulit atau gusi lebih sering terjadi
- Gatal-gatal di area genital (terutama pada wanita)
Luka di kaki adalah salah satu kasus paling umum dan serius yang sering tidak disadari hingga menjadi infeksi parah.
7. Kesemutan, Mati Rasa, atau Nyeri di Tangan dan Kaki
Ini adalah gejala awal neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi yang terus-menerus.
Tandanya:
- Rasa geli, panas, atau nyeri seperti ditusuk-tusuk di ujung jari
- Sensasi ‘mati rasa’ di kaki
- Tidak terasa luka atau goresan ringan
Biasanya muncul bertahap dan bisa makin parah jika tidak dikendalikan.
Siapa yang Harus Waspada?
Kamu termasuk kelompok risiko tinggi jika:
- Memiliki riwayat keluarga penderita diabetes
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Jarang berolahraga
- Usia di atas 40 tahun
- Tekanan darah atau kolesterol tinggi
- Riwayat melahirkan bayi >4 kg atau mengalami diabetes gestasional
Langkah Selanjutnya Jika Mengalami Gejala
Kalau kamu merasa mengalami dua atau lebih dari gejala di atas, sebaiknya:
- Lakukan pemeriksaan gula darah (puasa, 2 jam setelah makan, HbA1c) di laboratorium atau puskesmas.
- Konsultasi ke dokter untuk diagnosis dan perencanaan pengelolaan.
- Mulai gaya hidup sehat: kurangi gula dan tepung olahan, perbanyak sayur, serta mulai olahraga ringan.
- Pantau secara rutin dan edukasi diri soal manajemen diabetes.
Tubuh kita selalu memberi “kode” saat ada yang tidak beres. Masalahnya, kita sering menunda untuk bertindak.
Padahal, semakin cepat diabetes diketahui, semakin besar peluang hidup sehat tanpa komplikasi.
Jangan tunggu sampai terlambat. Waspadai gejalanya, lakukan pengecekan, dan mulai hidup lebih sehat dari sekarang.














