Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh wanita – dari bentuk tubuh, emosi, hingga kondisi kulit. Salah satu keluhan yang cukup umum tapi sering bikin resah adalah gatal-gatal saat hamil.
Kadang muncul di perut, tangan, kaki, bahkan seluruh tubuh. Tapi, apakah gatal ini normal atau ada yang harus dikhawatirkan?
Ternyata, gatal saat hamil bisa jadi hal yang wajar, namun dalam beberapa kasus, bisa juga menjadi tanda gangguan medis yang perlu perhatian serius, seperti PUPPP atau cholestasis kehamilan.
Rekomendasi
Nah, di artikel ini, kita akan kupas tuntas penyebab umum gatal selama kehamilan, mana yang aman dan mana yang harus segera diperiksa, serta cara mengatasinya dengan tepat.
Gatal Saat Hamil, Apakah Normal?
Jawabannya: bisa iya, bisa juga tidak.
Sebagian besar gatal-gatal ringan selama kehamilan disebabkan oleh perubahan hormonal dan peregangan kulit, terutama di perut dan payudara.
Tapi bila gatalnya berlebihan, disertai ruam, atau terasa hingga malam hari, ada baiknya kamu waspada dan berkonsultasi ke dokter.
Penyebab Umum Gatal Saat Hamil
1. Kulit Kering dan Peregangan Kulit
Saat hamil, kulit di sekitar perut dan payudara akan meregang seiring pertumbuhan janin. Hal ini bisa menyebabkan kulit jadi lebih kering dan terasa gatal.
Ciri-cirinya:
- Gatal ringan sampai sedang
- Biasanya muncul di area perut, dada, paha
- Tidak disertai ruam parah
2. PUPPP (Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy)
Ini adalah kondisi kulit yang cukup sering terjadi pada trimester ketiga, terutama pada kehamilan pertama atau kehamilan kembar.
Ciri-cirinya:
- Ruam merah berbentuk bentol atau plak
- Gatal hebat, biasanya mulai dari perut lalu menyebar ke paha, bokong, lengan
- Tidak menyerang area sekitar pusar
Apakah berbahaya?
Tidak berbahaya bagi ibu maupun janin, tapi bisa sangat mengganggu tidur dan kenyamanan.
3. Kolestasis Intrahepatik Kehamilan (ICP)
Kondisi ini lebih serius. Terjadi karena gangguan aliran empedu di hati, sehingga menyebabkan penumpukan asam empedu di dalam darah.
Ciri-cirinya:
- Gatal hebat tanpa ruam
- Biasanya terasa di telapak tangan dan telapak kaki
- Memburuk pada malam hari
- Bisa disertai urine gelap atau mata kuning
Apakah berbahaya?
Ya, berisiko meningkatkan komplikasi seperti kelahiran prematur atau gangguan pada janin. Harus ditangani medis sesegera mungkin.
4. Dermatitis atau Eksim Kehamilan
Bagi ibu hamil yang sebelumnya punya riwayat alergi kulit atau eksim, kondisi ini bisa kambuh atau memburuk selama hamil.
Ciri-cirinya:
- Gatal disertai kemerahan atau kulit bersisik
- Bisa muncul di leher, tangan, atau wajah
- Kadang muncul berulang
5. Infeksi Jamur atau Bakteri
Perubahan hormonal selama kehamilan membuat kulit dan area lipatan tubuh lebih lembap – kondisi ideal bagi jamur dan bakteri.
Ciri-cirinya:
- Gatal yang disertai bau tak sedap (pada area vagina)
- Ruam kemerahan di lipatan paha atau ketiak
- Bisa disertai keputihan atau nyeri
Kapan Harus Waspada?
Segera konsultasikan ke dokter jika kamu mengalami:
- Gatal yang sangat mengganggu, terutama di malam hari
- Gatal tanpa ruam, terutama di telapak tangan dan kaki
- Disertai mual, urine berwarna gelap, atau kulit/mata menguning
- Gatal yang menyebar cepat dalam waktu singkat
- Luka akibat garukan terus-menerus yang tidak kunjung sembuh
Pemeriksaan darah mungkin diperlukan untuk memastikan apakah ada gangguan hati (ICP) atau kondisi lain yang serius.
Cara Mengatasi Gatal Saat Hamil Secara Aman
Berikut beberapa tips sederhana dan alami yang bisa membantu meredakan rasa gatal:
1. Gunakan Pelembap Kulit
Pilih krim atau lotion khusus untuk ibu hamil, bebas pewangi dan paraben. Oleskan setelah mandi untuk menjaga kelembapan kulit.
2. Mandi dengan Air Dingin atau Suhu Hangat
Air panas bisa membuat kulit makin kering. Gunakan sabun bayi atau sabun tanpa detergen keras.
3. Pakai Pakaian Longgar dan Bahan Katun
Keringat bisa memperburuk gatal. Hindari pakaian ketat dan pilih bahan yang menyerap keringat dengan baik.
4. Hindari Garukan Keras
Meski gatal, jangan menggaruk terlalu keras. Gunakan kompres dingin atau gel pendingin untuk meredakannya.
5. Gunakan Salep Antigatal yang Aman
Beberapa salep seperti calamine lotion atau krim kortikosteroid ringan bisa digunakan atas saran dokter.
6. Jaga Pola Makan Sehat dan Minum Air Cukup
Keseimbangan nutrisi membantu menjaga kesehatan kulit dari dalam. Perbanyak konsumsi buah, sayur, dan air putih.
Perlukah Obat dari Dokter?
Jika gatal tidak tertangani dengan cara alami atau dicurigai sebagai gejala kolestasis, dokter mungkin akan:
- Meresepkan antihistamin yang aman untuk ibu hamil
- Memberikan kortikosteroid topikal atau oral dalam kasus PUPPP parah
- Melakukan tes darah untuk mengecek fungsi hati
- Menyusun rencana persalinan lebih awal jika ada risiko pada janin
Gatal-gatal saat hamil memang umum, tapi tidak semua jenis gatal bisa dianggap normal. Pahami pola dan lokasi gatalnya, serta perhatikan gejala penyerta.
Jangan ragu untuk bertanya ke dokter atau bidan jika merasa gatal tidak wajar atau sangat mengganggu.
Karena menjaga kenyamanan ibu adalah bagian penting dari menjaga kesehatan janin.














