Sering merasa lemas, cepat capek, atau kelihatan pucat? Bisa jadi kamu mengalami anemia – kondisi saat tubuh kekurangan sel darah merah sehat untuk mengangkut oksigen.
Tapi tunggu dulu, jangan langsung buru-buru beli suplemen zat besi. Karena bisa jadi kamu bukan menderita anemia defisiensi besi, tapi justru thalassemia minor.
Masalahnya, kedua jenis anemia ini sering memiliki gejala mirip, bahkan hasil lab sederhana pun bisa menipu, sehingga membuat diagnosis jadi keliru. Padahal, penanganannya beda jauh, dan salah penanganan justru bisa memperburuk kondisi.
Rekomendasi
Yuk, kenali perbedaan antara anemia defisiensi besi dan thalassemia minor, mulai dari gejala, pemeriksaan laboratorium, hingga penanganan yang tepat.
Anemia Itu Banyak Jenisnya
Anemia bukan penyakit tunggal, tapi istilah umum untuk menyebut kondisi kekurangan hemoglobin atau jumlah sel darah merah (eritrosit).
Penyebabnya bisa karena kekurangan zat besi, vitamin B12, gangguan sumsum tulang, atau kelainan genetik seperti thalassemia.
Dua jenis anemia yang paling sering tertukar adalah:
- Anemia Defisiensi Besi (ADB)
- Thalassemia Minor (juga disebut pembawa sifat thalassemia)
Bedanya di Mana, Sih?
1. Penyebab
- ADB: Terjadi karena tubuh kekurangan zat besi, yang dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin.
Bisa karena pola makan buruk, perdarahan kronis (haid berlebihan, tukak lambung), atau penyerapan zat besi yang buruk. - Thalassemia Minor: Kelainan genetik bawaan dari salah satu orang tua. Tubuh tidak bisa memproduksi hemoglobin secara normal karena mutasi pada gen globin.
Tidak bisa “sembuh”, tapi bisa dikontrol dan diturunkan ke anak.
2. Gejala Klinis
Secara umum, gejala keduanya mirip, seperti:
- Cepat lelah
- Pucat
- Jantung berdebar
- Napas pendek
Namun… ada perbedaan penting:
- ADB: Gejala cenderung memburuk seiring waktu jika tidak diobati. Kadang disertai pica (ngidam makan es batu, tanah, atau benda tak lazim), kuku rapuh, dan rambut rontok.
- Thalassemia Minor: Gejalanya sering ringan atau tidak terasa sama sekali. Penderita bisa tampak sehat dan baru ketahuan saat cek darah rutin.
3. Hasil Pemeriksaan Laboratorium
| Pemeriksaan | ADB | Thalassemia Minor |
|---|---|---|
| Hb (Hemoglobin) | Turun | Turun ringan hingga normal |
| MCV (volume sel darah merah) | Rendah | Rendah |
| Serum Ferritin (cadangan zat besi) | Rendah | Normal atau tinggi |
| RDW (variasi ukuran sel darah merah) | Tinggi | Normal |
| Mentzer Index (MCV/RBC) | >13 | <13 |
| HbA2 (elektroforesis hemoglobin) | Normal | Meningkat (>3,5%) |
Kunci diagnosis terletak pada pemeriksaan ferritin dan elektroforesis hemoglobin. Tanpa ini, diagnosis sering meleset.
Kok Bisa Tertukar?
Karena keduanya sama-sama menunjukkan:
- Hemoglobin rendah
- MCV rendah (sel darah merah kecil)
Banyak tenaga medis atau pasien mengira semua anemia dengan MCV rendah = kekurangan zat besi.
Padahal, pemberian zat besi pada thalassemia minor yang tidak butuh zat besi justru berisiko menumpuk dan merusak organ tubuh.
Penanganannya Gimana?
Anemia Defisiensi Besi:
- Suplemen zat besi oral (biasanya ferrous sulfate) selama beberapa minggu hingga bulan
- Perbaikan pola makan tinggi zat besi (daging merah, hati ayam, sayuran hijau gelap)
- Jika parah: bisa butuh transfusi atau injeksi zat besi
- Cari dan atasi penyebab perdarahan (misalnya menstruasi berat atau tukak lambung)
Thalassemia Minor:
- Tidak membutuhkan suplemen zat besi (kecuali terbukti juga mengalami defisiensi zat besi)
- Fokus pada edukasi dan skrining genetik (terutama sebelum menikah atau hamil)
- Pemantauan rutin Hb, fungsi hati, dan zat besi jika terjadi penumpukan
- Jangan minum zat besi sembarangan!
Kalau kamu atau pasangan punya thalassemia minor, penting melakukan konseling genetik sebelum punya anak – karena dua pembawa bisa melahirkan anak dengan thalassemia mayor yang berat.
Kapan Harus Cek ke Dokter?
Segera periksa jika kamu:
- Merasa lelah terus tanpa sebab jelas
- Pucat atau kuku rapuh
- Hb rendah tapi tidak membaik dengan suplemen zat besi
- Punya riwayat keluarga thalassemia
- Sedang merencanakan kehamilan dan ingin tahu status anemia/thalassemia
Anemia itu bukan satu jenis. Gejalanya boleh mirip, tapi penyebab dan pengobatannya jauh berbeda.
Anemia defisiensi besi bisa sembuh, tapi thalassemia minor adalah kondisi genetik yang butuh pemantauan seumur hidup.
Jadi sebelum buru-buru beli suplemen, pastikan dulu jenis anemia yang kamu alami dengan pemeriksaan lengkap di laboratorium. Dengan diagnosis yang tepat, pengobatan pun jadi lebih efektif dan aman.














